Tuesday, 8 November 2016

Unknown

Review Pulau Cinta Yang Merupakan Maldivenya Gorontalo






SahabatQQ - Siapa sangka , ternyata Indonesia memiliki surga tropis yang romantis berbentuk hati ? Pulau Kardia , Pulau Tupai , dan Galesnjak yang memiliki bentuk serupa simbol cinta ini mungkin lebih terkenal sebagai lokasi romantis. Padahal Pulo Cinta yang ada di gorontalo tak kalah indahnya.

Pulo Cinta disebut-sebut sebagai Maldive-nya Gorontalo.Sebenernya,tempat ini adalah resor eksklusif yang mengusung konsep natural.Pulau mungil ini termasuk wilayah Desa Patoameme,Kabupaten Boalemo.Resornya sendiri terletak di antara gugusan pulau tak berpenghuni Teluk Tomini.

Wisatawan bisa menginap di salah satu cottage yang mengelilingi Pulo Cinta. Kelestarian alam di sini masih sangat terjaga.Alam sekitarnya saja sudah indah, dengan hutan permai dan pantai jernih yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Mengenai asal-usul Pulo Cinta,ada sebuah legenda yang di percayai warga sekitar.Menurut situs resmi Pulo Cinta,pulau hati ini dulunya merupakan tempat pertemuan rahasia antara pangeran Gorontalo dan putri pedagang dari Belanda, Saat itu daerah Gorontalo dikenal sebagai pulau rempah-rempah yang menjadi pusat perdagangan dunia.

Bentuknya yang unik, keindahan alamnya, dan cerita romantis di baliknya menjadikan tempat ini cocok untuk mereka yang sedang mencari ketenangan atau berbulan madu. Selain menikmati pemandangan laut dari kamar , tamu resor juga bisa menyelami keindahan bawah lautnya,memandang bintang di malam hari,atau menjelajah Pulau Harapan.
Read More

Monday, 7 November 2016

Unknown

Tragis , Seorang Nenek 70 Tahun Rela Mengemis Demi Menfahkahi 12 Cucu


SahabatQQ - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemkab Bangkalan, Pulau MAdura,Jawa Timur, menemukan adanya orangtua dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjadi pengemis, akibat menerima titipan anak-anaknya.

"Keluarga TKI yang terpaksa mengemis itu bernama Misna(70).Ia mengemis di sekitar jalan Jembatan Suramadu, saat kami melakukan razia beberapa hari yang lalu,"kata Kepala Satpol-PP Bangkalan Ram Halili di Bangkalan, Selasa (8/11/2016).

Ia Menuturkan kepada petugas, Misna mengaku terpaksa menjadi pengemis sejak anaknya berangkat kerja menjadi seorang TKI ke Malaysia.

Perempuan berumur 70 Tahun itu terpaksa menjadi pengemis karena itu harus menafkahi hidup 12 orang cucu nya dan di antaranya ditinggal bekerja di Malaysia oleh Orang Tua nya.

Sepuluh cucu lainnya ditinggal orangtuanya merantau ke Surabaya,Malang dan Jakarta.

Kepala Satpol-PP menjelaskan, temuan adanya nenek yang terpaksa menjadi pengemis itu telah di sampaikan ke Dinas Sosial Pemkab Bangkalan agar mendapatkan perhatian khusus dan perlindungan sosial dari pihak dinas.

"Akhir-akhir ini,di Bangkalan memang banyak orang-orang yang mengemis disini,"katanya.

Namun,Katanya,mereka bukan warga Bangkalan,dan kebanyakan dari luar Kabupaten Bangkalan,seperti Kabupaten sumenep dan Kabupaten Sampang,bahkan ada di antaranya mereka berasal dari Sidoarjo.

"Selama operasi yang kami gelar, sudah ada sekitar 10 orang pengemis lebih yang di amankan,lalu kami serahkan ke panti sosial di Dinas Sosial Pemkab Bangkalan,"katanya, menjelaskan.

Menurut Ram Halili, Banyaknya warga yang menjadi pengemis di Kabupaten Bangkalan bukan karena miskin, tetapi karena memang telah menjadikan pengemis sebagai sebuah mata pencaharian.

Ia Mencontohkan seperti beberapa orang pengemis yang pernah ditangkap Satpol PP asal Pragaan, Kabupaten Sumenep.

"Jadi di sana,memang ada sebuah desa di Kecamatan Pragaan yang masyarakatnya semuanya menjadi pengemis,Jadi bagi masyarakat di desa itu,"mengemis sudah menjadi sebuah pekerjaan yang biasa,"katanya,menjelaskan.

Ke depan, Kata dia, Satpol PP Bangkalan akan melakukan koordinasi dengan pemkab lain di Madura,baik Pamekasan,Sampang,maupun Pemkab Sumenep,terkait sebuah masalah sosial yaitu mengemis.

"Negara saat ini kan sudah memberikan bantuan kepada warga miskin,baik berupa program keluarga harapan ataupun jenis bantuan lainnya.Dengan adanya program itu, maka seharusnya,tidak ada lagi masalah sosial,seperti menjadi pengemis,"kata Ram Halili menjelaskan.


 
Read More